11 Januari 2018

Berkunjung Ke Situs Gandoang Wisata Sejarah Di Dusun Cipeucang Desa Wanasigra Sindangkasih Ciamis

Kali ini saya berkesempatan mengunjungi salah satu Destinasi Wisata Sejarah Situs Gandoang di Dusun Cipeucang Desa Wanasigra Sindangkasih Ciamis. Situs Gandoang berada di kabuyutan Gandoang yang merupakan hutan yang di keramatkan sejak dulu kala. di jadikan sebagai tempat keramat, tujuan utamanya adalah agar hutan tetap terjaga serta tidak di rusak.

Situs Gandoang adalah tempat di mana terdapat komplek makam kuno yang merupakan leluhur bagi Masyarakat Gandoang yaitu Syech Padamatang yang pusaranya terletak di puncak Hutan Gandoang.

Situs Gandoang terletak tidak terlalu jauh dari Dusun Cipeucang yang merupakan gerbang untuk menuju ke Kawasan Wisata yang akan di unggulkan di Kabupaten Ciamis ini. dari komplek perumahan warga, untuk bisa menuju Situs Gandoang bisa di tempuh dengan berjalan kaki kurang lebih sejauh 3 KM melewati areal persawahan warga yang asri dan memiliki pemandangan bagus.
 Sesampainya di gerbang Hutan Situs Gandoang atau Kabuyutan Gandoang, terdapat papan informasi yang harus di patuhi oleh setiap pengunjung Situs Gandoang.
Tertera pada papan pengumuman di gerbang utama Hutan Gandoang yang menegaskan bahwa areal ini sangat di lindungi baik secara adat maupun secara legalitas pemerintah setempat. dan sangat di wajibkan untuk memasuki area Situs Gandoang harus seizin atau di dampingi oleh Juru Kunci. tertera juga Nomor Ponsel yang bisa di hubungi.
Kemudian perjalanan saya lanjutkan bersama rombongan dan Juru Kunci memasuki kawasan Hutan Gandoang untuk menuju ke Situs Gandoang dan Berziarah ke Makam Syech Padamatang.
Sepanjang perjalanan di dalam Hutan Gandoang suasana memang sangat keramat. sunyi, sepi serta hanya terdengar sesekali kicau burung liar serta suara daun bergesek pada dahan saat di tiup angin.

Kemudian saat sampai di Gerbang Situs Gandoang, Juru Kunci yang menemani saya serta rombongan menunjukkan kepada saya adanya Batu yang konon terdapat bekas telapak kaki dan adanya relief tulisan kuno pada batu tersebut.

Misteri Telapak Kaki dan Tangan pada Batu serta tulisan jaman kuno di gerbang Situs Gandoang di temukan baru-baru ini oleh pengelola Situs Gandoang. dan sampai saat ini, batu tersebut masih terus di teliti oleh Dinas Purbakala setempat.
Saya bersama rombongan sempat singgah di sebuah Gubug yang di sediakan oleh pengelola Situs Gandoang. dan juga terdapat papan tulisan pengumuman mengenai tata tertib para pengunjung Situs Gandoang serta bagi mereka yang akan berziarah ke Makam Syech Padamatang.
Salah satu jenis peringatan atau larangan yang tidak boleh di lakukan saat memasuki area Situs Gandoang atau tepatnya pada Makam Syech Padamatang, adalah larangan untuk tidak menggunakan sandal atau alas kaki saat akan berziarah ke Makam Syech Padamatang. ini sejalan dengan ajaran agama Islam bahwa kita saat berziarah ke makam memang di anjurkan untuk tidak memakai alas kaki atau sandal.

Untuk larangan lainnya diantaranya tidak boleh berbicara yang tidak baik, tidak boleh mengotori atau membuang sampah sembarangan serta setiap pengunjung di wajibkan menjaga Situs Gandoang dari segala perbuatan yang dapat merusak benda peninggalan maupun alam di sekitar Situs Gandoang.
Selanjutnya, saya bersama rombongan serta juru kunci Situs Gandoang memasuki Makam Syech Padamatang untuk berziarah serta memanjatkan doa yang di pimpin oleh Juru Kunci Situs Gandoang. kali ini, saya merasa sangat Khusyu dan memaknai proses Ziarah ini sebagai pengingat diri bahwa hidup di dunia hanyalah sementara. serta berusaha untuk belajar bahwa para Leluhur memang mewariskan ilmu serta kebudayaan yang sangat kaya makna dan semakin membuat saya bangga dengan warisan para pendahulu.
Kabuyutan Gandoang yang terletak  di Dusun Cipeucang, Desa Wanasigra, Kecamatan Sindangkasih Kabupaten Ciamis adalah tempat yang sangat sejuk oleh rimbunan berbagai jenis pohon hutan dan rumpunan bambu.

Kabuyutan Gandoang pada jaman dahulu merupakan Hutan Belantara yang sangat lebat serta rimbun di kawasan Desa Wanasigra. Desa Wanasigra sendiri seperti cerita para Tetua di sana, di ambil dari kata Wana berarti hutan dan sigra artinya besar. nama Desa Wanasigra menyiratkan betapa lebatnya Hutan Gandoang di masa dahulu kala.

Yang menarik, di areal hutan Gandoang tersebar puluhan bahkan ratusan jirat makam kuno tak dikenal.  Masyarakat Gandoang hanya mengenal beberapa makam utama yang menjadi leluhurnya.

Selain sejuknya Hutan Gandoang,  Wisata Sejarah Situs Gandoang juga meninggalkan beberapa sumber sejarah yang masih diliputi misteri.  Demikian pula dengan budaya tradisinya yang disebut Merlawu sampai saat ini masih berdenyut kuat di masyarakat Wanasigra.

Tradisi Merlawu adalah kegiatan yang selalu di lakukan setiap bulan Mulud yaitu dengan hadirnya hampir seluruh warga Desa Wanasigra di Situs Gandoang untuk berziarah serta berdoa bersama di makam Syeh Padamatang yang merupakan Leluhur mereka.

Kondisi Hutan Lebat Gandoang dengan adanya Situs Gandoang serta berpadu dengan keindahan sungai Citanduy di bagian lembahnya yang landai dan dipenuhi bebatuan besar dan rimbunan pohon di pinggirannya menciptakan panorama alam yang sangat indah mempesona. Padahal, kawasan Kabuyutan Gandoang berada di perbatasan perkotaan Ciamis dan Kota Tasikmalaya yang sangat ramai. namun lebatnya Hutan Gandoang tetap terjaga hingga kini karena Masyarakat sekitar sangat teguh memegang amanat dari para Leluhurnya.

Travel Blogger Indonesia


EmoticonEmoticon